Flamingballofwreckage.net – Ekosistem bullion di Indonesia telah mengumpulkan lebih dari 153 ton emas sejak diluncurkannya pada 20 Februari 2025. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, dalam acara Risk and Governance Summit 2026 yang diadakan di Jakarta pada Selasa.
Ferry menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem bank emas nasional ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat pasar keuangan dan meningkatkan ketahanan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat. Langkah tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak investor dengan memperbaiki tata kelola pasar keuangan serta meningkatkan transparansi dan pendalaman pasar domestik.
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, pemerintah juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk memperluas penggunaan transaksi mata uang lokal dengan negara-negara mitra dagang. Sejak diimplementasikan pada 2018, transaksi mata uang lokal telah dilakukan dengan enam mitra, termasuk Malaysia, Thailand, dan Jepang, untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah menyiapkan anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp340 triliun. Selain itu, kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) juga diperkuat untuk meningkatkan transparansi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia.
Ferry menambahkan bahwa lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Asian Development Bank (ADB) masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, masing-masing di angka 5 persen dan 5,2 persen untuk tahun 2026. Melalui berbagai reformasi dan upaya tersebut, pemerintah berkomitmen untuk menjaga kepercayaan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
![Kemenko Ekonomi: Bank Emas Nasional Kumpulkan 153 Ton Emas | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20251114-WA0007.jpg)