Site icon flamingballofwreckage

KAI dan Kemenhub Tingkatkan Daya Listrik dan Persinyalan KRL

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan meningkatkan kapasitas layanan Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Langkah ini diambil untuk memenuhi peningkatan permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line, sekaligus menjawab masalah mobilitas di kawasan Jabodetabek yang terus berkembang.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa untuk mendukung peningkatan kapasitas, langkah awal adalah penguatan sistem listrik aliran atas (LAA) di lintas tersebut. Saat ini, daya listrik yang tersedia adalah 3.000 volt, sementara untuk lintas Bogor-Bekasi telah mencapai 4.000 volt. Hal ini menjadi kendala untuk mengoperasikan rangkaian 12 kereta, yang menyebabkan kapasitas angkut masih terbatas.

Untuk itu, KAI akan menambah 11 gardu traksi guna meningkatkan pasokan daya, yang dianggap krusial untuk operasional rangkaian kereta yang lebih panjang. Dengan kapasitas yang lebih besar, jumlah penumpang yang dilayani pun akan meningkat, terutama pada jam sibuk.

Tidak hanya peningkatan daya listrik, KAI dan DJKA Kemenhub juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan. Saat ini, sistem yang ada berlandaskan pola blok tertutup, yang membatasi jumlah kereta dalam satu lintasan. Modernisasi ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu dan menambah frekuensi perjalanan kereta.

Proyek ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan transportasi yang aman dan efisien. Meningkatnya volume pengguna KRL di jalur Rangkasbitung juga menunjukkan pentingnya pengembangan layanan ini, yang dari tahun ke tahun terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada tahun 2022, pengguna mencapai lebih dari 43 juta, dan diprediksi terus meningkat hingga 77 juta pada akhir 2025.

Dengan serangkaian tindakan ini, diharapkan kenyamanan dan efisiensi transportasi publik dapat meningkat, sehingga masyarakat memperoleh fleksibilitas yang lebih besar dalam mobilitas sehari-hari.

Exit mobile version