Site icon flamingballofwreckage

Iran Siap Menghadapi Aksi Protes Melawan Pemerintah

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan tegas terkait demonstrasi anti-pemerintah menyusul konfrontasi yang meningkat dengan Amerika Serikat dan Israel. Penegasan ini datang di tengah situasi keamanan yang semakin ketat setelah serangan terhadap pasukan paramiliter Basij, yang berada di bawah komando Iranian Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Kesigapan pihak berwenang ini ditunjukkan oleh Kepala Kepolisian Iran, Ahmad-Reza Radan, yang menyatakan bahwa aparat keamanan akan mengambil tindakan keras terhadap demonstran. Radan mengungkapkan, “Jika ada warga Iran yang turun ke jalan atas kehendak musuh, kami tidak akan melihat mereka sebagai demonstran tetapi sebagai musuh.” Peringatan ini mencuat setelah gelombang protes berujung kekerasan yang menewaskan ribuan orang. Pemerintah menyalahkan kelompok teroris yang didukung oleh negara asing atas kerusuhan tersebut.

Sementara itu, Presiden AS dan Perdana Menteri Israel secara terbuka menyatakan harapan untuk menjatuhkan pemerintahan Iran yang saat ini sudah 47 tahun berkuasa. Washington dan Tel Aviv juga tampak mengisyaratkan kemungkinan perluasan serangan terhadap pasukan Basij. Meskipun demikian, militer Israel saat ini mendekati situasi dengan kehati-hatian, tidak menyerang tempat ibadah secara langsung tetapi mempertimbangkan operasi yang lebih luas.

Pihak berwenang Iran telah meningkatkan patroli di jalanan di seluruh negeri, dengan pasukan bersenjata yang terlihat menjaga sejumlah instalasi strategis. Selain itu, laporan mengatakan bahwa akses internet telah diputus selama 20 hari, yang memicu kritik dari berbagai organisasi hak asasi manusia internasional. Insiden terbaru juga melibatkan serangan rudal yang menargetkan gedung administrasi Bank Sepah di Teheran.

Menyusul serangan tersebut, IRGC mengumumkan perluasan operasi militer yang ditujukan pada kepentingan ekonomi AS dan Israel di kawasan. Situasi di Iran terus berkembang, menuntut perhatian dunia internasional.

Exit mobile version