Site icon flamingballofwreckage

Iran Minta Trump Hentikan Khayalan Penguasaan Selat Hormuz

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Iran dengan tegas menolak klaim yang diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa Selat Hormuz dapat dijadikan sebagai wilayah AS. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menekankan bahwa kendali atas jalur pelayaran strategis ini sepenuhnya berada di tangan Iran. “Selat Hormuz adalah milik Iran dan hanya akan ditutup atau dibuka atas perintah Iran,” tuturnya dalam sebuah unggahan di platform media sosial.

Pernyataan ini muncul pada Minggu, 16 Juni 2026, dan memperburuk ketegangan yang sudah ada antara Tehran dan Washington di tengah gangguan lalu lintas kapal serta pasokan energi global. Gharibabadi menyatakan bahwa AS tidak memiliki kewenangan untuk mengklaim Selat Hormuz, yang selama ini menjadi pusat konflik antara kedua negara.

Klaim Trump mengenai wilayah tersebut diumumkan dalam pidatonya di sebuah akademi kepolisian di New York pada Jumat. Ia menyatakan niatnya untuk segera mengumumkan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika. Meskipun jalur ini secara geografis terletak antara Iran dan Oman, Trump berulang kali menegaskan bahwa hanya AS yang mengendalikan area tersebut.

Beberapa kalangan, termasuk mantan diplomat AS Richard Haass, langsung membantah klaim ini dengan menyatakan bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat menguasai Selat Hormuz secara sepihak. Selain itu, pembawa acara Fox News, Bret Baier, juga mengungkapkan bahwa lalu lintas kapal di jalur tersebut mengalami penurunan drastis. Situasi ini menggambarkan kompleksitas dinamika geopolitik yang melibatkan kepentingan internasional di kawasan Timur Tengah.

Exit mobile version