Flamingballofwreckage.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan pada Rabu, dengan tergerus sebesar 0,83 persen atau 50,64 poin, dan ditutup pada level 6.071,14. Penutupan ini terjadi meskipun nilai tukar rupiah mengalami penguatan serta harga minyak dunia menunjukkan adanya koreksi.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa penguatan rupiah mencapai 0,33 persen menjadi Rp17.884 per dolar AS, bersamaan dengan turunnya indeks dolar AS. Di sektor yang berbeda, harga minyak Brent turun di bawah 96 dolar AS per barel, didorong oleh peningkatan aliran minyak dari Timur Tengah serta keputusan Amerika Serikat untuk melepaskan cadangan darurat, yang meredakan kekhawatiran terkait pasokan.
Ratna menambahkan bahwa rata-rata ekspor minyak mentah dari Timur Tengah dalam sepuluh hari terakhir telah pulih hingga 17,5 juta barel per hari, hampir setara dengan 98 persen dari level sebelum terjadinya konflik. Dari sisi teknikal, histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) berada di area negatif, sementara Stochastic Relative Strength Index (RSI) menunjukkan kondisi oversold.
IHSG diperkirakan akan tetap berada dalam kisaran konsolidatif antara 6.000 hingga 6.200 untuk perdagangan berikutnya. Dalam perdagangan hari itu, dari sebelas sektor yang ada, hanya dua sektor yang menunjukkan penguatan. Sektor industri mencatat kenaikan 1,17 persen, sementara sektor barang konsumen primer meningkat 0,15 persen. Secara keseluruhan, frekuensi perdagangan mencapai 1,8 juta transaksi dengan total nilai saham yang diperdagangkan mencapai Rp14,03 triliun. Sebanyak 308 saham mencatat kenaikan, 360 saham mengalami penurunan, dan 125 saham stagnan.
![IHSG Rabu Turun Meski Rupiah Menguat | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/09/ihsg-ditutup-menguat-2688877.jpg)