Flamingballofwreckage.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Selasa sore, mencatatkan kenaikan sebesar 103,54 poin atau 1,41 persen di posisi 7.440,91. Kenaikan ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah global, yang memperbaiki sentimen pasar setelah koreksi tajam sebelumnya.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Rarna Lim, IHSG mengalami rebound akibat penguatan indeks bursa Wall Street dan Asia, serta adanya technically rebound. Data menunjukkan bahwa pada pukul 16.35 WIB, harga minyak acuan WTI mengalami penurunan sebesar 7,83 persen, mencapai 87,35 dolar AS per barel, sementara Brent turun 7,99 persen menjadi 91,05 dolar AS per barel.
Penurunan harga minyak ini diantisipasi seiring dengan potensi akhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat, dikarenakan pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai selesainya operasi militer di Iran. Di sisi domestik, penjualan ritel Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan positif, yakni 5,7 persen year on year pada Januari 2026, lebih baik dibandingkan prediksi sebelumnya.
IHSG tetap berada di zona hijau selama sesi perdagangan, dengan seluruh sebelas sektor membukukan penguatan. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan 4,85 persen, diikuti oleh sektor industri dan barang konsumen non primer. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.027.866 transaksi dengan nilai perdagangan mencapai Rp19,16 triliun.
Bursa saham regional Asia juga menunjukkan tren positif, di mana indeks Nikkei dan Hang Seng masing-masing naik 2,88 persen dan 2,17 persen. Investor kini menunggu data inflasi AS bulan Februari, diperkirakan stabil di level 2,4 persen year on year, yang dapat mempengaruhi keputusan kebijakan ekonomi ke depan.
![IHSG Menguat Dipicu Koreksi Harga Minyak Global | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/03/IHSG-ditutup-turun-4-57persen-ke-level-7.577-06-040326-Ada-2.jpg)