Flamingballofwreckage.net – Harga minyak goreng rakyat, atau Minyakita, mengalami penurunan sebesar 2,15 persen pada minggu pertama Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa harga Minyakita saat ini berada di angka Rp16.973 per liter, turun dari harga Januari 2026 yang mencapai Rp17.346 per liter.
Dalam rapat pengendalian inflasi daerah yang berlangsung di Jakarta, Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa meskipun ada penurunan, harga Minyakita tetap di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Penurunan harga ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, yang tengah menghadapi tantangan ekonomi.
Walau rata-rata harga Minyakita menunjukkan penurunan, beberapa daerah masih mencatatkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tinggi. Di antaranya adalah Kabupaten Deiyai (Papua Tengah), Kabupaten Kubu Raya (Kalimantan Barat), dan beberapa daerah lainnya yang mengalami fluktuasi harga signifikan.
Selain itu, harga minyak goreng secara keseluruhan, termasuk jenis curah dan premium, juga mengalami penurunan sebesar 0,56 persen pada periode yang sama. Rata-rata nasional untuk minyak goreng saat ini tercatat Rp19.475 per liter, turun dari Rp19.585 pada bulan sebelumnya.
Penting untuk dicatat bahwa penurunan IPH minyak goreng terjadi di 45,83 persen wilayah Indonesia. Namun, harga minyak goreng tertinggi masih tercatat di Kabupaten Intan Jaya (Papua Tengah) dengan Rp60 ribu per liter, diikuti oleh Kabupaten Pegunungan Bintang dan Puncak Jaya. Penurunan harga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam jangka panjang.
![Harga Minyakita Terpuruk 2,15 Persen di Awal Februari 2026 | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/02/IMG_4939.jpeg)