Flamingballofwreckage.net – Harga cabai merah di Sumatra Utara diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat, sekitar pekan depan. Hal ini disebabkan oleh gangguan siklus panen yang terjadi setelah bencana banjir melanda sejumlah daerah penghasil pada bulan November tahun lalu.
Meskipun harga pangan di Sumatra Utara terpantau stabil pada akhir pekan ini, kerusakan lahan pertanian mulai berdampak pada ketersediaan pasokan cabai di pasar lokal hingga bulan Februari mendatang. Ekonom dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyatakan bahwa gangguan produksi akibat banjir berpotensi mempengaruhi pasokan cabai merah dan hijau.
Saat ini, harga cabai merah berada dalam kisaran Rp19.000 hingga Rp24.000 per kilogram, sedangkan cabai hijau dibanderol sekitar Rp19.000 per kilogram. Keduanya berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu sepekan. Sementara untuk cabai rawit, yang saat ini dihargai sekitar Rp40.000 per kilogram, kemungkinan akan mengalami penurunan, terutama dengan adanya pasokan dari Aceh jika jalur distribusinya tetap lancar pascabencana.
Harga bahan pokok lainnya diperkirakan akan tetap stabil. Misalnya, bawang merah diprediksi akan berada di rentang harga Rp28.000 hingga Rp33.000 per kilogram, daging ayam di antara Rp33.000 hingga Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi dari Rp110.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
Gunawan menyampaikan bahwa stabilitas harga ini diharapkan dapat bertahan hingga menjelang bulan Ramadan. Selain itu, komoditas beras, yang saat ini berada dalam kisaran Rp13.800 hingga Rp14.300 per kilogram, juga terjaga berkat pasokan yang melimpah. Stabilitas diperkirakan akan tetap pada produk hortikultura, meskipun dengan volatilitas harga yang terbatas.
![Harga Cabai Merah Sumatra Utara Diprediksi Naik Lagi Akibat Banjir | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/01/1769341745_1e8569c3a19eb584cfc5.jpg)