Site icon flamingballofwreckage

Ekonomi Sirkular Berbasis Limbah Ternak di Hulu Cikapundung

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Kualitas air Sungai Cikapundung mengalami perbaikan signifikan dibandingkan dengan data sebelumnya pada 2016 dan 2021. Meski demikian, upaya pengendalian pencemaran harus diteruskan untuk menjaga kualitas air baik di hulu maupun hilir.

Di Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kabut pagi menyelimuti aktivitas sehari-hari peternak sapi perah yang mulai sibuk membersihkan kandang dan menyiapkan pakan. Sayangnya, kotoran ternak yang tidak terkelola berpotensi mencemari sungai. Keterbatasan fasilitas penanganan limbah menjadi tantangan bagi para peternak.

Di tengah kondisi ini, Atep Suhendar selaku Ketua Karang Taruna Motekar Kampung Sukaluyu mencoba mengambil inisiatif dengan mengolah kotoran sapi menjadi biogas. Melalui program “Nyaah ka Parahyangan” yang dimulai sejak 2022, Atep dan kelompoknya menerapkan ekonomi sirkular, menghasilkan energi alternatif sekaligus pupuk organik.

Dengan skema “Nyaah ka Cai”, limbah kotoran setiap hari dikumpulkan dan diolah di instalasi biodigester. “Kami memiliki dua alat pengolah, berkapasitas total mengolah sekitar 600 kilogram kotoran sapi,” jelas Atep. Hasilnya, enam rumah tangga kini dapat memanfaatkan biogas tersebut, mengurangi ketergantungan pada LPG dari dua hingga tiga tabung per bulan menjadi satu tabung.

Biogas tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menghemat biaya energi. Selain itu, limbah peternakan kini diolah menjadi pupuk organik dan vermikompos. Pupuk tersebut telah diujicoba di laboratorium Universitas Padjadjaran dan dimanfaatkan untuk berbagai tanaman. Dengan demikian, inovasi ini turut mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warga Suntenjaya.

Exit mobile version