Flamingballofwreckage.net – Anggota Komisi XI DPR RI, Amin AK, mengingatkan bahwa fenomena residential outflow perlu mendapat perhatian serius dari Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Residential outflow merujuk pada kecenderungan masyarakat domestik untuk memindahkan aset dan dana mereka ke luar negeri, yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
Amin menjelaskan bahwa selama ini perhatian lebih sering tertuju pada foreign capital outflow, yaitu keluarnya investasi asing dari pasar domestik, padahal ada perubahan perilaku di kalangan investor domestik. Mereka mulai melakukan diversifikasi aset ke instrumen investasi luar negeri, yang berpotensi mengurangi investasi di Indonesia. Jika tren ini terus berlanjut, hal itu dapat menjadi indikator menurunnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi dalam negeri.
Dalam keterangan resminya, Amin menekankan bahwa pergeseran investasi domestik ini bukan hanya masalah pasar keuangan, tetapi juga menyangkut persepsi terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Data terbaru dari Bank Indonesia menunjukkan neraca pembayaran Indonesia mengalami defisit sebesar US$9,1 miliar pada triwulan I 2026, berbanding terbalik dari surplus yang tercatat pada triwulan sebelumnya. Selain itu, transaksi berjalan juga mengalami defisit, yang menunjukkan tekanan besar pada sektor eksternal dan arus modal.
Walaupun belum bisa dikatakan sebagai pelarian modal secara besar-besaran, Amin mengingatkan bahwa perkembangan ini tetap harus diperhatikan. Diperlukan langkah untuk memperkuat transparansi data dan menganalisis lebih dalam arus modal yang keluar dan masuk agar pemerintah dan otoritas moneter dapat memahami faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini.
Amin berharap langkah konkret bisa diambil untuk menjaga kepercayaan investor domestik dan mendorong stabilitas ekonomi Indonesia.
![DPR Dorong Pemerintah dan BI Lindungi Kepercayaan Investor Domestik | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/05/1780122915_a6b1788fba394c498ea9.jpg)