Flamingballofwreckage.net – Perum Bulog, melalui Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani, berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan hingga 7 juta ton demi optimalisasi penyerapan gabah dan beras petani pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi produksi gabah yang terus berlangsung serta memastikan pemerintah tetap menyerap hasil panen petani.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, Rizal menegaskan kebutuhan mendesak untuk menyerap gabah petani, terutama saat musim panen, guna menjaga stabilitas harga dan memastikan keberlanjutan produksi pangan nasional. Pada tahun 2025, Bulog berhasil menyerap hampir 3,2 juta ton beras, jauh melampaui target awal sebesar 3 juta ton. Hal ini menunjukkan tren positif dalam produksi beras di dalam negeri.
Saat ini, gudang Bulog telah terisi hampir mencapai 4 juta ton, memaksa perusahaan untuk menyewa fasilitas penyimpanan swasta. Untuk kedepannya, Bulog sedang merencanakan pembangunan 100 gudang baru yang akan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sewa gudang. Bulog juga mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai 5,3 juta ton hingga akhir Mei 2026, bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Rizal menjelaskan bahwa Bulog telah menyerap sekitar 74 persen dari target gabah petani, yaitu 4 juta ton sepanjang tahun 2026. Dengan harga pembelian pemerintah di angka Rp6.500 per kilogram, upaya ini diharapkan dapat memperkuat cadangan beras yang ada serta meningkatkan kepercayaan petani terhadap program pemerintah dalam menyerap hasil panen mereka.
![Bulog Siapkan Gudang 7 Juta Ton untuk Optimalkan Penyerapan Gabah | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/05/2DDE9B57-F4D9-429F-9523-420162296CD8.jpeg)