Flamingballofwreckage.net – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban pertama dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kedalaman jurang Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Operasi penyelamatan yang berlangsung selama 30 jam ini menghadapi berbagai tantangan, seperti cuaca buruk dan medan yang ekstrem.
Operasi dimulai dengan para rescuer menggunakan teknik rappeling untuk menuruni tebing setinggi sekitar 100 meter. Sepuluh personel dari Basarnas Makassar dan Kopasgat TNI AU melakukan penurunan di lokasi yang sangat terjal dan gelap, yang membuat evakuasi menjadi semakin sulit. Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar, menjelaskan bahwa setiap anggota membutuhkan waktu 2-3 menit untuk mencapai dasar jurang.
Setelah mencapai lokasi, tim harus berjalan sejauh 200 meter melalui celah aliran air dan serpihan pesawat. Korban pertama, seorang laki-laki, ditemukan tersangkut di dahan pohon pada pukul 13.43 WITA. Namun, proses pengangkatan jenazah tidaklah mudah karena posisi yang berbahaya dan cuaca yang terus memburuk.
Struktur tanah yang tidak stabil dan keterbatasan alat mengakibatkan upaya pertama untuk mengangkat jenazah gagal, memaksa tim untuk mengubah strategi dan menuju kampung terdekat. Dalam kondisi semakin sulit, tim memutuskan untuk bermalam di lereng tebing yang berisiko longsor.
Akhirnya, setelah 30 jam berada di lokasi tersebut, tim menyerahkan estafet evakuasi kepada tim lanjutan untuk melanjutkan perjalanan. Jenazah kemudian dibawa menuju Kampung Lampeso dan rencananya akan diidentifikasi di RS Bhayangkara Makassar. Operasi pencarian terhadap sisa delapan korban dan black box pesawat terus berlangsung dengan intensif di medan yang sama.
![Bertahan 30 Jam di Jurang untuk Evakuasi Korban Pesawat ATR | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/01/1768909101_1f77fd69569eef883cec.jpg)