Flamingballofwreckage.net – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap stabil meskipun ada fluktuasi pada kurs dolar AS. Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi global.
Dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Kamis, Maino menekankan bahwa tidak ada perubahan pada harga beras SPHP, yang ditetapkan di Rp12.500 per kilogram di wilayah Jawa dan sebagian Sumatera, serta harga tertinggi Rp13.500 per kilogram di Maluku dan Papua. Ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir dengan dinamika kurs yang mungkin mempengaruhi sektor pangan.
Anggaran untuk program beras SPHP di tahun 2026 telah dialokasikan sebesar Rp4,97 triliun, yang setara dengan subsidi penjualan sekitar 828 ribu ton beras. Kebijakan tersebut juga mengatur pembelian maksimal bagi konsumen, yang diizinkan membeli hingga 5 kemasan ukuran 5 kg atau 2 kemasan ukuran 2 kg, dengan ketentuan agar beras yang dibeli tidak dijual kembali.
Selanjutnya, Bapanas memperluas batas pembelian beras SPHP bagi mitra Perum Bulog dari maksimal 2 ton menjadi 5 ton untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok di pasar. Stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 5,3 juta ton, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah, berfungsi untuk menjaga stabilitas harga beras melalui program SPHP.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai swasembada beras dan mengatasi permainan harga yang dilakukan oleh pihak tertentu di pasar.
![Bapanas Jamin Harga Beras SPHP Stabil Meski Dolar Berfluktuasi | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/05/BB8E5B92-711F-42FF-9445-5FFFD80DF010.jpeg)