Flamingballofwreckage.net – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia akan mempercepat implementasi program pencampuran bioetanol ke dalam bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap. Mulai tahun 2028, campuran bioetanol akan dimulai dengan tingkat E5, yang akan meningkat menjadi E10 pada 2030, dan selanjutnya menuju E20 seiring dengan kesiapan nasional.
Dalam sebuah konferensi pers virtual yang diselenggarakan dari Amerika Serikat pada Jumat malam, Bahlil menyatakan, “Tujuannya sebenarnya adalah bagaimana menciptakan peluang usaha baru di Indonesia. Namun sampai produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk melakukan impor boleh saja, termasuk dari Amerika.” Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih, tetapi juga untuk membuka lapangan kerja baru, khususnya di sektor pertanian dan industri pengolahan bahan baku bioetanol.
Bahlil menekankan bahwa komoditas seperti tebu, singkong, dan jagung memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan industri bioetanol. Namun, ia juga mengakui bahwa kapasitas produksi bioetanol nasional saat ini belum memadai untuk memenuhi kebutuhan yang akan meningkat. Oleh karena itu, pemerintah akan mempertimbangkan opsi impor etanol sebagai solusi sementara hingga kapasitas produksi dalam negeri meningkat.
Langkah impor ini akan dilaksanakan secara terukur dan proporsional sesuai dengan kebutuhan pasar domestik. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi bioetanol nasional agar industri ini dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri di masa depan.
![Bahlil Usulkan Impor Etanol dari AS untuk Campuran BBM | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/02/dicampur-ke-bbm-bahlil-buka-peluang-impor-etanol-dari-as-hcl.jpeg)