Flamingballofwreckage.net – Model globalisasi lama yang selama ini dipimpin oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa dinyatakan telah berakhir. Pernyataan ini disampaikan oleh Maksim Oreshkin, wakil kepala administrasi kepresidenan Rusia, dalam sebuah dialog yang berlangsung di Pusat Nasional ‘Rusia’ di Moskow. Ia menjelaskan bahwa perubahan ini tidak berarti akhir dari integrasi ekonomi global, tetapi merupakan pergeseran ke prinsip-prinsip baru yang lebih inklusif.
Oreshkin mengungkapkan bahwa kepemimpinan dalam ekonomi global semakin tersebar, dengan negara-negara seperti China dan India mulai memainkan peran penting. Keberadaan ekonomi besar tersebut telah berkontribusi pada peningkatan standar hidup dan pengurangan kemiskinan di berbagai belahan dunia. Dalam konteks ini, Oreshkin menyebutkan bahwa dunia sedang beralih dari tatanan unipolar, sebuah kondisi di mana satu negara mendominasi, menuju situasi multipolar, di mana banyak negara memiliki pengaruh yang signifikan.
Dia juga menekankan pentingnya kedaulatan nasional dalam persaingan global yang baru ini. Menurut Oreshkin, negara-negara yang mampu mempertahankan kedaulatan mereka akan lebih sukses dalam mengarungi perkembangan yang ada. Ia menyoroti dampak dari sanksi ekonomi, hambatan tarif, dan berbagai pembatasan lainnya yang semakin berpengaruh terhadap dinamika pasar global.
Oreshkin menambahkan bahwa mekanisme keuangan tradisional yang selama ini didominasi oleh negara Barat kini tidak lagi berfungsi secara efektif, sehingga memaksa dunia untuk mencari solusi baru. Sistem keuangan terdesentralisasi seperti teknologi blockchain dan kecerdasan buatan kini semakin banyak digunakan sebagai alternatif untuk mencapai efisiensi yang lebih baik di era baru globalisasi ini.
![Akhir Model Globalisasi Lama AS dan UE, Tiga Faktor Penyebabnya | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/02/model-globalisasi-lama-yang-dipimpin-as-dan-ue-sudah-berakhir-ini-3-penyebabnya-bsf.jpg)